15 Mei 2023

alur penyelenggaraan projek penguatan profil pelajar pancasila

ALUR PENYELENGGARAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

 

                                                                     Penulis : Agus, S.Pd


 A. tema dan contoh topik pelajar pancasila.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah istilah yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka, menjadi fokus Kemendikbudristek karena dianggap dapat mencapai visi pendidikan Indonesia yang ingin mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui penciptaan Pelajar Pancasila.

Kemendikbudristek telah menentukan beberapa tema P5 yang dapat diimplementasikan pada jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK. Beberapa tema tersebut akan dibahas satu per satu dalam ulasan berikut, tapi sebelum itu akan kita bahasa pengertian dan tujuan dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Pengertian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Menurut Kemendikbudristek No.56/M/2022, proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk memperkuat upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang dibuat berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dapat dilakukan secara fleksibel dalam hal muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang secara terpisah dari intrakurikuler.

Tujuan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran proyek tidak harus terkait dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Prinsip proyek penguatan profil pelajar Pancasila terdiri dari empat aspek yaitu

Holistik

Holistik merujuk pada cara pandang yang melihat sesuatu secara menyeluruh dan tidak terpisah-pisah. Dalam konteks Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk mempelajari sebuah tema secara keseluruhan dan memahami keterhubungan antara berbagai hal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu isu.

Oleh karena itu, setiap tema proyek yang dijalankan bukanlah sekadar tempat menggabungkan berbagai mata pelajaran, tetapi lebih pada tempat untuk mengintegrasikan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu.

Selain itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk melihat koneksi yang bermakna antara komponen-komponen yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kontekstual

Prinsip kontekstual mengacu pada usaha untuk menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan pengalaman nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk menggunakan lingkungan sekitar dan kenyataan hidup sebagai sumber belajar utama.

Oleh karena itu, satuan pendidikan yang bertanggung jawab atas kegiatan projek harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkungan satuan pendidikan. Tema projek yang dipilih sebaiknya mengenai masalah lokal yang ada di masing-masing daerah.

Dengan menyesuaikan projek dengan pengalaman nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna dan meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka secara aktif.

Berpusat pada peserta didik

Prinsip berpusat pada peserta didik mengacu pada pendekatan pembelajaran yang memprioritaskan peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Dalam hal ini, pendidik diharapkan dapat mengurangi perannya sebagai pihak yang dominan dalam kegiatan belajar mengajar dengan memberikan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal secara mandiri.

Dengan demikian, peserta didik dapat mengembangkan inisiatif mereka sendiri dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan. Prinsip ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mempercepat pencapaian kompetensi dan karakter yang diharapkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Eksploratif

Prinsip eksploratif menekankan pada keinginan untuk membuka ruang yang luas bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak terikat pada struktur intrakurikuler yang membatasi berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran.

Oleh karena itu, projek ini memiliki ruang eksplorasi yang luas dalam hal jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Meskipun demikian, pendidik diharapkan untuk merancang kegiatan projek secara sistematis dan terstruktur dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pelaksanaan projek dengan lebih mudah. Prinsip eksploratif juga mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam memperkuat dan melengkapi kemampuan yang peserta didik dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler.

Tema Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek Profil Pelajar Pancasila telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek sehingga sekolah dapat langsung memilih tema yang akan dijalankan. Namun, pemilihan tema umum untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila harus didasarkan pada empat faktor berikut:

1.      Kesiapan sekolah dan guru dalam menjalankan projek.

2.      Kalender belajar nasional, perayaan nasional atau internasional. Misalnya, jika tema yang dipilih adalah Gaya Hidup Berkelanjutan, maka dapat dilaksanakan menjelang peringatan Hari Bumi, atau jika tema yang dipilih adalah Bhinneka Tunggal Ika, dapat dilaksanakan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

3.      Isu atau topik yang baru-baru ini terjadi dan ramai diperbincangkan dapat dijadikan fokus pembahasan atau prioritas sekolah. Namun, isu atau topik tersebut harus sesuai atau terkait dengan tema Projek Profil Pelajar Pancasila yang telah ditentukan.

4.      Tema yang belum dipilih di tahun sebelumnya dan dapat diulang setelah semua tema sudah dipilih. Sekolah dapat memudahkan diri dengan melakukan dokumentasi dan pencatatan portofolio projek yang telah dijalankan.

Kemendikbud telah menetapkan beberapa tema Projek Profil Pelajar Pancasila dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Berikut ini adalah beberapa tema tersebut:

Tema Gaya Hidup Berkelanjutan

Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak aktivitas manusia terhadap keberlangsungan kehidupan di dunia dan lingkungan sekitarnya. Siswa akan belajar untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan serta mencari solusi dari masalah lingkungan.

Contoh Tema Gaya Hidup Berkelanjutan

  • Mengharuskan siswa membawa bekal makanan dari rumah.
  • Mendorong siswa untuk memilah sampah menjadi organik dan anorganik.
  • Mendorong siswa untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan tas belanja.

Tema Kearifan Lokal

Tema ini dipilih untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri siswa melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut. Kegiatan tema ini dapat disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah.

Contoh Tema Kearifan Lokal

  • Menugaskan siswa untuk mengeksplorasi kearifan lokal yang terdapat di daerah tempat tinggal mereka.
  • Siswa juga diminta untuk membuat karya seni yang mengandung unsur kearifan lokal, seperti lukisan yang menggambarkan budaya Jawa Barat.
  • Selain itu, sekolah juga dapat mengadakan festival kearifan lokal, seperti pementasan wayang, pameran dolanan, dan permainan tradisional untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada siswa.

Tema Bhinneka Tunggal Ika

Tema ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Siswa juga akan diajarkan untuk lebih kritis dan reflektif dalam menelaah berbagai stereotip negatif yang biasanya dilekatkan pada suatu kelompok agama.

Contoh Tema Bhinneka Tunggal Ika

  • Menonton film pendidikan tentang toleransi dan keberagaman bersama-sama.
  • Mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok tentang isu-isu dan masalah terkait keberagaman.

Tema Bangunlah Jiwa dan Raganya

Tema ini dipilih untuk membangun kesadaran dan keterampilan siswa dalam memelihara kesehatan fisik dan mental. Hal ini sangat penting mengingat perundungan menjadi perhatian khusus, terutama karena Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan siswa korban perundungan terbanyak menurut hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA) 2018. Sebanyak 41,1% siswa di Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan.

Contoh Tema Bangunlah Jiwa dan Raganya

  • Menyelenggarakan seminar tentang pencegahan perundungan, kekerasan, dan masalah sosial lainnya dengan mengundang ahli di bidang tersebut sebagai narasumber.
  • Memberikan tugas kepada siswa untuk membuat poster atau makalah tentang berbagai jenis kekerasan seperti perundungan, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik.
  • Mengadakan kegiatan senam bersama yang melibatkan seluruh siswa dan guru di sekolah sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan fisik dan kesejahteraan mental.

Tema Suara Demokrasi

Sebagai sebuah negara demokrasi, sangat penting untuk menanamkan jiwa demokrasi dalam diri siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, tema “Suara Demokrasi” telah ditetapkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Contoh Tema Suara Demokrasi

  • Melaksanakan pemilihan OSIS dengan proses yang serupa seperti pemilihan umum.
  • Melakukan diskusi bersama untuk menetapkan tata tertib di kelas atau sekolah.

Tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI

Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi siswa dalam melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan empati untuk menciptakan produk berteknologi yang dapat mempermudah kegiatan sehari-hari mereka dan sekitarnya.

Contoh Tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI

Mendesain teknologi pengolahan limbah organik menjadi pupuk di lingkungan sekolah.

Tema Kewirausahaan

Pada tema Kewirausahaan, siswa akan mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal, masalah yang muncul dalam pengembangan potensi tersebut, dan kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Contoh Tema Kewirausahaan

  • Mengubah botol kaca bekas menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomis.
  • Mengadakan hari pasar di sekolah di mana siswa dapat menjual barang atau makanan yang mereka kreasikan.

Tema Kebekerjaan (Tema Wajib untuk SMK/MAK)

Tema Kebekerjaan merupakan tema wajib yang diperuntukkan bagi siswa SMK/MAK. Tema ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta persiapan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya dan mengacu pada kebutuhan dunia kerja saat ini.

Contoh Tema Kebekerjaan (Tema Wajib untuk SMK/MAK)

Merumuskan impian karir masa depan dan mengenali potensi diri menjadi fokus kegiatan yang diberikan kepada siswa. Seorang pengusaha diundang sebagai guru tamu untuk memberikan gambaran tentang proses bisnis yang dijalankan dan nilai-nilai yang harus dimiliki untuk menjadi seorang wirausaha.

Diharapkan dengan kegiatan ini, siswa dapat memahami peluang usaha setelah lulus SMK dan memiliki sikap yang positif serta nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses.

Tema Budaya Kerja (Tema Wajib untuk SMK/MAK)

Tema Budaya Kerja juga merupakan tema wajib untuk jenjang pendidikan SMK/MAK. Pada tema ini, siswa dilatih untuk membangun kesadaran sikap dan perilaku yang positif, serta membiasakan diri memiliki budaya kerja yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini.

Contoh Tema Budaya Kerja (Tema Wajib untuk SMK/MAK)

Siswa diminta untuk mencari solusi terkait isu-isu terkini seputar etos kerja, etika kerja, dan tata tertib dunia kerja yang berlaku, dengan mengidentifikasi dan menganalisis budaya kerja di sebuah perusahaan melalui metode wawancara. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai budaya kerja di perusahaan dan dapat memberikan solusi yang tepat dalam menghadapi isu-isu tersebut.

 

B. Alur Penyelenggaraan Projek.

I.      Koordinator Projek

        Susun Koordinator projek yang tertuang dalam SK PBM tahun berjalan, setiap guru koordinator mengkoordinir 3 rombongan belajar.

        Contoh

No.

Nama Guru Koordinator

NIP

Rombel Sasaran

Keterangan

1

RIFAL, S.Pd

--

X-1, X-2, dan X-3

 

2

WA SUDI, S.Pd

--

X-4, X-5, dan X-6

 

3

ULFA, S.Pd

--

X-7, XI-7, dan XI-8

 

4

MUHLISA FARIZ, S.Pd

19851101 200903 2 006

XI-1, XI-2, dan XI-3

 

5

HARMIN HATMA, S.Pd

19811206 201101 2 009

XI-4, XI-5, dan XI-6

 

II.     Koordinator projek bermusyawarah dengan siswa untuk menentukan topik / tema projek yang akan di selenggarakan sebanyak 3 topik setiap siswa kemudian di bukukan untuk dilaporkan dengan bentuk format tertentu.

III.    Koordinator mengundang guru untuk sebagai pemateri, pembimbing tentang projek yang berkaitan dengan topik. Setiap guru minimal membimbing atau memberikan materi sebanyak 3 topik atau 3 kelompok projek, dan melaporkannya dengan bentuk format minimal memuat sebagai berikut :

        Tema Projek                                :  ……………………………………

        Topik dalam tema                        :  ……………………………………

        Daftar siswa yang memilih           :  …………………………………

        Guru pemateri/ pembimbing        :  …………………………………

        Koordinator Projek                       :  …………………………………

IV.   Koordinator dan Guru pemateri bermusyawarah untuk menentukan modul materi apa yang akan diberikan kepada siswa.

V.    Guru membuat asesmen untuk siswa binaan projeknya.

VI.   Koordinator bersama Guru dan dewan Guru bersama-sama menentukan penyelenggaraan asesmen projek.

VII.  Koordinator mengeluarkan daftar nilai projek untuk tahun pelajaran berjalan.

VII.  Koordinator menginput nilai projek di aplikasi e-rapor SMAN 1 Gu.

VIII. Selesai. Contoh format kelompok projek di bawah ini.

 

 


PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

S M A  N E G E R I  1  G U

Jl. Jend. Sudirman Lombe Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah 93761

Email:sman1gu.lombe@gmail.com Website:https://sman1gu.sch.id

 


KELOMPOK PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Tema Projek               :  …………………………………………………………………

Topik dalam Tema    :  ………………………………………….………………………

                                                 ………………………..……………..…………………

                Koordinator / pemateri Projek  :

No.

Koordinator / Pemateri

NIP.

Mapel diampu

Keterangan

1.

 

19680818 199903 1 009

 

Koordinator

2.

 

 

 

Pemateri

3.

 

 

 

Pemateri

4.

 

 

 

Pemateri

5.

 

 

 

Pemateri

6.

 

 

 

Pemateri

7.

 

 

 

Pemateri

8.

 

 

 

Pemateri

9.

 

 

 

Pemateri

10.

 

 

 

Pemateri

Daftar Nama Siswa :

No.

Nama Siswa

Kelas

 

No.

Nama Siswa

Kelas

1.

 

 

19.

 

 

2.

 

 

20.

 

 

3.

 

 

21.

 

 

4.

 

 

22.

 

 

5.

 

 

23.

 

 

6.

 

 

 

24.

 

 

7.

 

 

25.

 

 

8.

 

 

26.

 

 

9.

 

 

27.

 

 

10.

 

 

28.

 

 

11.

 

 

29.

 

 

12.

 

 

30.

 

 

13.

 

 

31.

 

 

14.

 

 

32.

 

 

15.

 

 

33.

 

 

16.

 

 

34.

 

 

17.

 

 

35.

 

 

18.

 

 

36.

 

 

                                                                                     Lombe, ………

Koordinator Projek

               

                                                                                                 ............................................

                                                                                                   NIP. ……….......


C. Kesimpulan

Dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan karakter yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan berbudaya. Setiap tema dalam proyek ini dirancang untuk memperkuat profil siswa, dengan fokus pada pengembangan jiwa demokrasi, keahlian teknologi, kewirausahaan, dan budaya kerja. Dengan demikian, proyek ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan dunia kerja dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

D.  Referensi

1.      https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Penguatan-Projek-Profil-Pancasila.pdf

2.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2016). Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter.

3.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2018). Buku Saku Pendidikan Karakter.

4.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2019). Buku Saku Implementasi Kurikulum 2013 pada Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah.

5.      Mardapi, D. (2018). Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.

6.      Pribadi, F. (2017). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

01 Maret 2023

Penulisan Soal Ujian yang Baik

PENULISAN SOAL UJIAN YANG BAIK

                               Penulis : Agus S.Pd
     

 Penilaian memberikan nilai tentang kualitas sesuatu. Tidak hanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan pada menjawab pertanyaan tentang bagaimana atau seberapa jauh sesuatu proses atau hasil yang diperoleh seseorang atau suatu program. Dengan demikan penilaian juga diartikan sepadan dengan evaluasi. Penilaian hasil belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar bila menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya.

      Tes akan berarti apabila tes tersebut terdiri dari butir-butir soal yang menguji tujuan penting dan mewakili ranah pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan secara representatif. Oleh karenanya, perencanaan dalam pengujian memegang peranan yang penting. Tanpa perencanaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan tes tersebut dapat menjadi sia-sia, bahkan mungkin akan mengganggu proses pencapaian tujuan.

      Anggapan yang muncul terkait bahwa suatu tipe tes lebih baik daripada tipe tes lainnya dalam mengukur ranah kognitif tertentu adalah sutau kesalahpahaman. Soal esei atau uraian yang baik akan dapat mengukur ranah kognitif yang manapun seperti yang dapat diukur oleh soal obyektif yang baik, demikian juga sebaliknya. Pemilihan tipe tes yang akan digunakan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan dan waktu yang tersedia pada penyusun tes daripada kemampuan peserta tes atau aspek yang ingin diukur.

      Perbedaan antara format butir soal tersebut tidak terletak pada efektivitasnya mengukur level kemampuan, tetapi lebih banyak pada aspek penerkaannya (dalam hal peserta tes kurang menguasai materi yang diteskan).

      Dari segi jumlah, tes objektif memiliki kekuatan lebih dibanding tes esei atau uraian karena waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes objektif lebih singkat sehingga memungkinkan jumlah butir soal yang lebih banyak. Tetapi bukan berarti soal esai atau uraian lebih banyak kurangnya tetapi akan lebih baik jika soal esai atau uraian kita kembangkan soal uraian terbatas.

      Ada beberapa poin yang perlu di ketahui sebelum menyusun soal Ujian agar soal yang di ujikan akan lebih baik. saya mengambil contoh mata pelajaran Ekonomi agar semua guru dapat memahaminya.

A. Soal harus sesuai dengan                     indicator / kisi-kisi
          Indikator :
          Siswa dapat menunjukkan                    bentuk  badan  usaha sesuai                dengan UUD 1945 pasal                        33  ayat 1
      
          =Contoh soal kurang baik=.
          Badan usaha yang sesuai                    dengan demokrasi ekonomi                 adalah … .

          Penjelasan:
Contoh soal di atas tidak sesuai dengan indikator karena pada contoh yang ditanyakan tentang bentuk badan usaha yang sesuai dengan demokrasi ekonomi, sedangkan indikator menuntut soal tentang bentuk badan usaha yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 1.
 
          =Sebaiknya=.
          Bentuk badan usaha yang                    paling sesuai dengan UUD                    1945 pasal 33 ayat 1 adalah  .

B.  Pilihan jawaban harus homogen          dan logis
      =Contoh soal yang kurang baik=
       Kekuasaan yang tertinggi di                 dalam badan usaha koperasi               terletak pada ….
        A. Pengurus
        B. Anggaran dasar
        C. Pemerintah
        D. Rapat anggota
        Kunci: D

        Penjelasan:
       Contoh soal di atas, pilihan                    jawaban C tidak homogen dari           segi materi, yang ditanyakan                mengenai koperasi, sedangkan           pilihan jawaban tersebut tidak              berhubungan dengan koperasi            secara langsung.
 
      =sebaiknya jadikan soal uraian=
      Kekuasaan yang tertinggi                       didalam badan usaha koperasi           terletak pada ..

C.  Pokok soal harus dirumuskan               secara jelas dan tegas

      = Contoh soal yang kurang baik =
      Yang termasuk kebutuhan                     manusia adalah … .
      
      Penjelasan:
     Mengundang banyak kata dari              jawaban siswa sebab                            permasalahan yang dinyatakan          pada     rumusan pokok soal di             atas tidak jelas, sehingga                    membingungkan siswa dalam              menentukan jawaban yang                  benar.
 
     =sebaiknya =
     Yang termasuk kebutuhan pokok          manusia adalah … .

D.  Pokok soal jangan memberi                  petunjuk kearah jawaban

      =Contoh soal yang kurang baik=
      Rotan yang diubah bentuknya di          dalam industri menciptakan                kegunaan … .

     Penjelasan:
    Bagus jawaban siswa hanya satu         atau dua kata tetapi pokok soal           pada contoh soal di atas                       memberi petunjuk pada pilihan           jawaban yang benar, yaitu frase           “yang diubah bentuknya”
 
     =Sebaiknya =
     Rotan di dalam dunia industri               menciptakan kegunaan … .

E.  Pokok soal tidak menggunakan            pernyataan yang bersifat negatif        ganda

     =Contoh soal yang kurang baik =
    Semua kegiatan ekonomi tidak akan tercapai pada tingkat kemakmuran yang memadai          tanpa ..

     Penjelasan: 
    Pokok soal yang menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda (tidak – tanpa;            bukan –  kecuali dan sejenisnya) dapat membingungkan siswa dalam memahami                    pokok permasalahan yang ditanyakan.
 
     =Sebaiknya =
    Semua kegiatan ekonomi akan tercapai pada tingkat kemakmuran yang memadai dengan cara ....
   
F. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu, disusun berdasarkan urutan besar            kecilnya angka     atau secara kronologis.

    =Contoh soal yang kurang baik =
    Tn. Amir mendepositokan uang sebesar Rp10.000.000,00 di Bank Mandiri dengan bunga 18%  selama 3 tahun. Bunga deposito yang diterima oleh TN. Amir tiap-tiap bulan adalah .....
    A. Rp155.000,00
    B. Rp150.000,00
    C. Rp165.000,00
    D. Rp160.000,00

    Penjelasan:
    Pilihan jawaban pada contoh soal di atas tidak berurutan. Pilihan jawaban dalam bentuk angka yangdiurutkan akan mempermudah siswa dalam menemukan angka yang dimaksud.
 
    =Sebaiknya =
    Tn. Amir mendepositokan uangnya sebesar Rp10.000.000,00 di Bank Mandiri dengan bunga 18 %         selama 3 tahun. Bunga deposito yang diterima oleh Tn. Amir tiap-tiap   bulan adalah … .
        A. Rp150.000,00
        B. Rp155.000,00
        C. Rp160.000,00
        D. Rp165.000,00
  
G.  Jika soal membutuhkan gambar/Grafis/Tabel dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan  berfungsi.

      =Contoh soal yang kurang baik.
      Dari bagan organisasi koperasi di atas, tingkat kedua termasuk …
        A. gabungan koperasi
        B. pusat koperasi
        C. koperasi primer
        D. koperasi induk
        Kunci: B

        Penjelasan :
       Bagan tersebut tidak jelas karena tidak di lengkapi dengan nomor tingkatan. Sebaliknya    tanpa igambarkan tabel tersebut, siswa dapat memperkirakan tingkatan ke 2 adalah koperasi primer   sehingga besar tersebut tidak berfungsi.

    =sebaiknya =
    Dari bagan organisasi koperasi di atas, tingkat ke dua atau angka 4 termasuk … .
    A. Gabungan koperasi
    B. Pusat koperasi
    C. Koperasi primer
    D. Koperasi induk
    Kunci: B

H.  Butir soal jangan bergantung pada soal sebelumnya.

      =Contoh soal yang kurang baik=.
     Berdasarkan soal nomor 39 di atas, 20 % dari jumlah uang yang diterima anaka kedua di       sumbangkan kepada yayasan yatim piatu. Jumlah yang disumbangkan adalah … .

     Penjelasan:
    Apabila siswa salah dalam menjawab soal pertama, maka kemungkinan salah pula dalam     menjawab     soal ke 2. Dengan demikian anak dirugikan karena akan kesalahan dalam  menjawab soal  sebelumnya.

I.   Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang sama yang bukan merupakan satu            kesatuan. Bila memungkinakan letakkan kata tersebut pada pokok soal.

     = Contoh soal yang kurang baik=.
     Salah satu usaha pemerintah untuk melindungi konsumen dilakukan dengan cara… 
        A. menentukan harga pokok
        B. menentukan harga pasar
        C. menentukan harga                                 maksimum
        D. menentukan harga                                keseimbangan
         Kunci: C

        Penjelasan:
        Contoh soal di atas kurang baik karena pada pilihan jawaban terdapat kata/frase yang            berulang-ulang. Hal ini akan menyita sebagian waktu yang disediakan.
 
          =sebaiknya =
       Salah satu usaha pemerintah untuk melindungi konsumen dilakukan dengan cara                    menentukan harga … . 
        A. pokok
        B. pasar
        C. maksimum
        D. keseimbangan

J.     Setiap soal menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
      =Contoh soal yang kurang baik=.
      Yang sekarang berlaku Undang-undang koperasi adalah … .
      
      Penjelasan:
      Rumusan soal pada soal di atas tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
 
      =sebaiknya =.
      Undang-undang koperasi yang berlaku sekarang ini adalah undang-undang nomor ..

K.  Gunakan soal uraian terbatas 
=soal yang kurang baik=
Sebut dan jelaskan 2 prinsip ekonomi 

Penjelasan
Jawaban siswa mengundang banyak kata 

=sebaiknya =
Tuliskan 2 prinsip ekonomi … 

Demikian apa yang saya ketahui …. Terima kasih ….

12 Februari 2023

PROJECT BASED LEARNING (PBL) Fese-E

PROJECT BASED LEARNING (PBL)

 

Penulis : Agus, S.Pd

A.     Pengertian Projeck Based Lerning

Project based learning biasa disebut dengan projeck mata pelajaran adalah model pembelajaran yang dirancang untuk memberikan siswa kesempatan agar dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui proyek-proyek yang melibatkan tantangan dan masalah yang akan mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

Model ini juga lebih menekankan pada efektivitas pembelajaran di mana siswa bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari secara langsung. 

Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapat ilmu pengetahuan saja, tapi juga dapat mengasah soft skill, seperti berpikir kritis, problem solving, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. 

Perlu diketahui bahwa penerapan project based learning setiap sekolah bisa berbeda-beda karena menyesuaikan dengan karakteristik siswa masing-masing.

 

 

B.     Contoh Model Projeck Based Learning.

 

Berikut adalah beberapa contoh atau model penerapan pembelajaran berbasis proyek dibidang sains.

 

1.      How to make a Generator at home – Easy

(Cara Membuat Genset Di Rumah – Mudah)

             https://youtu.be/GbehKJO8Q_U

 

2.      How to Make Waterwheel

(Cara Membuat Kincir Air)

https://youtu.be/BZZrDace_h0

 

3.            3.      Increíble Maqueta de Mini Generador Eólico para la Escuela

         (Mockup Generator Angin Mini yang Menakjubkan untuk Sekolah)

https://youtu.be/rFUkeqLT9xc

 

4.      How to make Steam Turbine

(Cara membuat Turbin Uap)

https://youtu.be/Ww6kpTQ-PaE

 

5.      How to make free energy Steam engine

(Cara membuat mesin uap energi gratis)

https://youtu.be/zCoyQ0HeE2c

 

6.      PLTA Aliran kecil daya besar

https://youtu.be/Lf3KEeDYS6w

 

7.      How to make an Electric Generator at Home - DIY mini Generator from Old CD

(Cara membuat Generator Listrik di Rumah - Generator mini DIY dari CD Lama)

https://youtu.be/IUVZ6GxMpms

 

8.      Cómo Hacer Un Mini Generador Eólico para la Escuela

(Cara Membuat Generator Angin Mini untuk Sekolah)

https://youtu.be/iFUNWl7TbBI

 

9.      Making Diy Wind Turbine || New Wind Turbine 2022

(Membuat Turbin Angin Diy || Turbin Angin Baru 2022)

https://youtu.be/V-vk7jMFKDA

 

10. How to make working model of a wind turbine from cardboard | school project

(Cara membuat model kerja turbin angin dari kertas karton | proyek sekolah)

https://youtu.be/JXYkjHKakGE

 

11. Membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air Sederhana

https://youtu.be/D04ibsIP45Y

 

 

C.     Karakteristik Model Based Learning.

 

Penyelesaian projeck ini siswa diberi kebebasan untuk memilih projek yang akan di kerjakan dalam satu kelompok yang terdiri  dari 4 – 5 orang siswa dengan mempertimbangkan beberapa karakter sebagai berikut :

1.  Waktu atau durasi pekerjaan yang diberikan kepada siswa selama 2 minggu, dimana minggu pertama pemberian tugas, minggu kedua proses pembimbingan dan menyelesaikan kendala yang diperoleh di lapangan.

2.  Biaya atau anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan ini siswa disankan untuk memilih projeck yang murah serta mudah dikerjakan.

3.   Cakupan atau inovasi dan perubahan apa yang akan di hasilkan dalam projeck agar tepat sasaran sesuai dengan tema yaitu model energy alternative.

4.   Kualitas atau standar dari hasil projeck dimana siswa dihimbau untuk memilih bahan yang berkualitas namun tetap memanfaatkan bahan bekas.     

 Model energy alternative yang akan dikerjakan oleh siswa harus memiliki karakteristik antara lain :

a.  Dapat berfungsi sesuai penggunaannya, jika ada perubahan energy itu harus nyata.

b.  Kokoh (tidak mudah rusak sewaktu penggunaan) menggunakan bahan yang keras, lem yang kuat, paku, atau klep/jepit.

c.     Ada perubahan energi  yang terjadi pada model.

d.   Aman atau tidak berbahaya bagi keselamatan siswa maupun orang lain karena fisik atau non fisik seperti mengandung racun atau zat yang berbahaya.

e.     Memiliki identitas projeck yang terdiri dari nama model (saran berbeda dengan topik video panduan), kelas dan kelompok siswa, serta nama siswa.

f.   indah, memiliki seni pada sisi pengerjaan, pewarnaan dan ornamen lain.

 

 D.     Tujuan Pembelajaran

 

    Tujuan Pembelajaran :  Melalui pembelajaran deferensiasi siswa dapat membuat              alat / model projeck energy alternatif.

    Indikator Tujuan Pembelajaran : 

1. Siswa dapat membaca  artikel  yang berkaitan membuat alat/contoh merupakan  aplikasi  energy    alternative. melalui HP dengan moda link dan hardcopy  yang telah di bagikan oleh guru.

2. Siswa dapat  memahami langkah-langkah belanja alat dan bahan di pasar online yang terpercaya.

3. Siswa dapat memahami urutan kerja dan karakteristik bahan.

4. Siswa dapat menyambungkan bahan menggunakan lem, solder, paku, dan atau klep setiap bagian model.

5. Siswa dapat merancang kepraktisan, kekuatan  model alat yang dibuat.

6. Siswa dapat memperagakan cara penggunan model yang mereka buat.

          7. Siswa dapat menjelaskan perubahan-perubahan energy pada model 

09 Februari 2023

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS LKPD

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS LKPD

                                                                                                                  Penulis : Agus, S.Pd


A. LANDASAN STRATEGI PEMBELAJARAN

         Wartanto ketika menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka akan memberikan kebebasan kepada para siswa dan juga untuk para guru.
         Beliau mengklaim bahwa dengan penerapan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran akan lebih maksimal. Sebab, para peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih materi yang ingin didalami dan ketika sudah lulus diharapkan akan menjadi lulusan yang kompeten pada bidang masing-masing yang diminati. Selain memberikan kebebasan pada peserta didik, Wartanto juga menyebutkan bahwa Kurikulum Merdeka akan memberikan kebebasan kepada para pendidik. Hal itu karena para pengajar atau pendidik dapat memilih metode dan perangkat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya.
         Menurut pengamatan siswa yang penulis hadapi saat ini sampai tulisan ini dirilis adalah siswa SMA tahun pelajaran 2022/2023 pada fase-E, dimana pada dua fase sebelumnya mereka tidak belajar secara maksimal akibat pandemi covid-19. 
         Atas dasar ini maka saya sebagai penulis menerapkan strategi pembelajaran berbasis LKPD pada sekolah tempat tugas penulis pada Fase E.
     
B. URGENSI PEMBELAJARAN
          
     Urgensi pemebelajaran adalah sebuah keharusan yang mendesak ketika saat melaksanakan pembelajaran dengan kata lain bahwa suatu hal minimum yang benar-benar dibutuhkan sebelum, saat, dan setelah pembelajaran.  
Pada kesempatan ini penulis memaparkan urgensi pembelajaran yang harus ada saat diselenggarakan pembelajaran dalam kelas yaitu :
1. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan administrasi guru yang harus ada sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas. Untuk hal urgensinya RPP tersebut hanya berisi tentang : 1).Identitas RPP, 2). Capaian Pembelajaran (CP), 3). Tujuan Pembelajaran (TP) dan indicator tujuan pembelajaran, 4). Langkah-langkah pembelajaran, dan 5). Asesmen. Penulis sarankan bahwa dalam RPP dilampirkan Bahan Bacaan siswa, LKPD/tugas siswa, asesmen dalam bentuk link atau barkode QR.     
2. Bahan bacaan atau tugas siswa.
Sebelum guru menyelenggarakan pembelajaran bahan bacaan atau tugas siswa harus sudah ada, dengan menyertakan syarat antara lain : jelas dan efektif, murah, praktis, dan dapat dilihat/dibaca kembali ketika siswa membutuhkannya. hal urgensinya pada bahan bacaan/tugas siswa ini sebaiknya guru membuat bahan bacaan tersendiri yang di susun oleh guru tersimpan pada drive akun atau web pribadi guru bersangkutan.
3. Proses pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan action atau tindakan guru di kelas dimana tujuan, waktu, peserta atau siswa telah jelas, urgensi hal proses pembelajaran yang penulis sertakan antara lain : 1). Nampak aktifitas siswa, 2). Ada penilaian, 3). Waktu yang cukup efisien, 4). Nampak pembimbingan pada siswa yang “kurang”. 
4. Asesmen 
Asesmen diupayakan selalu ada pada saat sebelum menutup pembelajaran manfaatnya adalah untuk menguji keberhasilan pembelajaran guru. Hal urgensi pada asesmen penulis paparkan yaitu tidak perlu melakukan asesmen di akhir pembelajaran jika pada proses pembelajarannya telah dilakukan penilaian. 
Demikian urgensi pembelajaran namun tidak melupakan administrasi guru yang harus ada dalam kurung waktu satu tahun ajaran yaitu : 1). Program tahunan, 2). Program semester, dan 3). Selabus.

C. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS LKPD

     Sebelum membahas tentang strategi pembelajaran berbasis LKPD yang penulis terapkan, penulis memberikan salah satu contoh konten pembelajaran beserta tujuan pembelajarannya yaitu pada topik ENERGI ALTERNATIF topik ini saya membagi 4 tujuan pembelajaran yaitu :
1. Sub topik pertama adalah bentuk-bentuk dan transformasi energy.
Tujuan pembelajaran : Melalui pembelajaran deferensiasi siswa dapat     memahami, menuliskan, bentuk-bentuk energy dan dapat menjelaskan, menyusun cerita tentang transformasi (perubahan) energy.
      Indikator Tujuan Pembelajaran : 
1. Siswa dapat  membaca artikel  yang berkaitan dengan pengukuran energy (usaha          dan Daya)         dan hokum kekekalan energy melalui HP melalui link dan hard             copy  yang telah di bagikan           oleh guru.
2. Siswa dapat menuliskan pengertian energi.
3. Siswa dapat menyebutkan contoh alat-alat yang mengalami perubahan energy.
4. Siswa dapat menceritakan perubahan-perubahan energy yang terjadi pada suatu alat      listrik di        rumah masing-masing.
5. Siswa dapat menuliskan hokum kekekalan energy.
2. Sub topik kedua adalah Pengukuran Energi (usaha dan Daya) dan hokum kekekalan              Energi.
Tujuan Pembelajaran: Melalui pembelajaran deferensiasi siswa dapat memahami pengukuran/perhitungan energy (usaha dan daya) serta memahami hokum kekekalan energy.
 Indikator Tujuan Pembelajaran : 
1. Siswa dapat  membaca artikel  yang berkaitan dengan pengukuran energy (usaha          dan Daya)          dan hokum kekekalan energy melalui HP melalui link dan hard            copy  yang telah di bagikan          oleh guru.
2. Siswa dapat menuliskan pengertian, rumus dan keterangan rumus energy potensial,      kinetic,          dan mekanik.
3. Siswa dapat menghitung besaran energy potensial, kinetic, dan mekanik.
4. Siswa dapat menuliskan kesetaraan satuan usaha dan daya.
5. Siswa dapat menuliskan hokum kekekalan energy.
3. Sub topik ketiga yaitu : Konsumsi dan sumber-sumber energy alternative.
Tujuan Pembelajaran: Melalui pembelajaran deferensiasi siswa dapat memahami konsumsi Energi dan dapat menyebutkan Sumber-sumber energy alternatif.
 Indikator Tujuan Pembelajaran : 
1. Siswa dapat membaca  artikel  yang berkaitan dengan konsumsi dan sumber-                 sumber     energy           alternative melalui HP dengan moda link dan hard copy           yang telah di bagikan oleh guru.
2. Siswa dapat  menkaji/menganalisis konsumsi energy alternative negara Indonesia          dibanding negara-negara lain.
3. Siswa dapat menuliskan pengertian energy alternative (energi baru terbarukan              (EBT).
4. Siswa dapat menyebutkan 6 manfaat atau keuntungan menggunakan energy                  alternative. 
5. Siswa dapat menjelaskan  cara mendapatkan jenis energy alternative.
6. Siswa dapat menyebutkan/ menuliskan 10 macam/jenis sumber energy alternative 
4. Sub topik keempat (projek mata pelajaran) yaitu : Siswa membuat aplikasi energy alternative.
Tujuan Pembelajaran :  Melalui pembelajaran deferensiasi siswa dapat membuat alat / contoh merupakan aplikasi energy alternatif.
Indikator Tujuan Pembelajaran : 
1. Siswa dapat membaca  artikel  yang berkaitan membuat alat/contoh merupakan             aplikasi  energy    alternative. melalui HP dengan moda link dan hard                             copy  yang telah di bagikan oleh guru.
2. Siswa dapat  memahami langkah-langkah belanja alat dan bahan di pasar online             yang terpercaya.
3. Siswa dapat memahami urutan kerja dan karakteristik bahan.
4. Siswa dapat menyambungkan menggunakan solder setiap modul kemodul lainnya.
5. Siswa dapat merancang kepraktisan alat yang dibuat.
6. Siswa dapat menjualnya kesiswa lainnya melalui pasar online.
     
     Topik dan sub topik di atas saya memberikan pengajaran kepada siswa mengikuti strategi pembelajaran berbasis LKPD yang dilaksanakan penulis tersusun dalam tahapan-tahapan sebagai berikut : 
1. RPP
RPP yang penulis susun adalah RPP urgensi dimana hanya memuat yang penting-penting atau yang perlu di lihat sebelum, saat, dan sesudah pembelajaran.
Contoh RPP yang penulis lampirkan :
- https://anyflip.com/iukrp/nwyw/
- https://anyflip.com/iukrp/capd/
- https://anyflip.com/iukrp/vmsm/
2. Bahan bacaan siswa
Bahan bacaan siswa penulis susun sendiri beberapa buku atau merangkum  beberapa artikel dimana konteks kandungan atau isi bahan bacaan berdasarkan capaian pembelajaran (CP) yang telah di turunkan oleh kementerian pendidikan Indonesia. Bahan bacaan itu penulis menyimpannya pada drive akun belajar.id dan pada web samasatugu, web pribadi penulis.

Lihat contoh bahan bacaan siswa pada link berikut yang saya muat dalam web :

- https://samasatugu.blogspot.com/2023/01/bentuk-bentuk-dan-transformasi-energi.html
-  https://samasatugu.blogspot.com/2023/01/p-e-n-g-uku-r-e-n-er-gi-u-sa-h-d-daya.html
- https://samasatugu.blogspot.com/2023/01/konsumsi-dan-sumber-2-energi-alternatif.html

Bahan bacaan siswa ini penulis bagi linknya dan hardcopy kepada siswa saat berada dalam kelas. Dimana aktifitas pembelajarannya adalah menyelesaikan LKPD.

3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar kerja peserta didik (LKPD) penulis susun berdasarkan pengetahuan bahan bacaan siswa. (dengan kesan bahwa siswa tidak bisa menjawab tanpa membaca bahan bacaan siswa) bahan bacaan siswa biasa penulis sebut dengan artikel. Artikel ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang akan di jawab siswa dan siswa menjawab atau menulis pada LKPD tersebut. 
Siswa saat menyelesaikan LKPD membentuk kelompok yang anggotanya 4-6 orang siswa, sehingga pada saat memeriksa pekerjaan siswa tidak jenuh. Sebelum berakhir pembelajaran LKPD di kumpul untuk di periksa dan di beri nilai.

Contoh LKPD setiap tujuan pembelajaran :

- https://samasatugu.blogspot.com/2023/01/lkpd-bentuk-bentuk-dan-transformasi.html
- https://samasatugu.blogspot.com/2022/12/lkpd-konsep-hukum-kekekalan-energi.html
- https://samasatugu.blogspot.com/2023/01/lkpd-konsumsi-dan-sumber-2-energi.html

4. Asesmen 

Asesmen atau penilaian yang penulis lakukan berupa tanya jawab, materi dan komposoisi sesuai dengan LKPD materi sebelumnya yang diberikan minggu lalu, Pada pembelajaran tanya jawab ini bertujuan untuk 1). memperbaiki nilai LKPD yang masih kurang, 2). Menjelaskan hal yang belum dipahami oleh siswa, 3). Mengajak atau membangkitkan semangat pada siswa yang “kurang”. 
Contoh asesmen setiap tujuan pembelajaran :

https://docs.google.com/presentation/d/1DnuPNfvd3MFWeNoR5dU-hFlSWLjH_POp/edit?usp=share_link&ouid=106173767053082346772&rtpof=true&sd=true

https://docs.google.com/presentation/d/1lZhuSRoaKOFWSH0Vkfe4uiiMJkxfv0KJ/edit?usp=sharelink&ouid=106173767053082346772&rtpof=true&sd=true

https://docs.google.com/presentation/d/1_K8zWxVxw9-bhBQmm0DgVQrQbgVGR1y5/edit?usp=share_link&ouid=106173767053082346772&rtpof=true&sd=true

D. ASESMEN FORMATIF LINGKUP MATERI DAN ASESMEN SUMATIF AKHIR                         SEMESTER.

Kegiatan selanjutnya oleh guru adalah mempersiapkan soal asesmen formatif lingkup materi dan pelaksanaan asesmen tersebut. Soal asesmen formatif lingkup materi ini  merupakan irisan dari soal-soal asesmen dalam pembelajaran tanya jawab. Demikian pula pelaksanaan asesmen sumatif akhir semester. Langkah terangkir kegiatan guru dalam satu semester dan dan dalam satu tahun ajaran adalah mengimput nilai siswa pada aplikasi e-rapor. Jika guru sejak awal memberikaan nilai setiap aktifitas siswa maka guru tersebut pada saat pengimputan nilai pada alplikasi e-rapor tidak kerepotan lagi, nilai tidak dikarang karena setiap nilai sangat bermakna bagi siswa dan bagi kinerja guru. Semakin ketat disiplin penilaian seorang guru maka guru tersebut tidak gampang diombangambingkan situasi latar belakang keluarga siswa dan guru tersebut tidak akan dihantui pemikiran sendiri tentang nilai siswa. 
Terima kasih atas kunjungannya pada web ini semoga bisa membantu.  

STRATEGI MEMBUAT SOAL ASESMEN AKHIR TAHUN "ANTI AI"

STRATEGI  MEMBUAT SOAL ASESMEN AKHIR TAHUN "ANTI AI"                                                                            ...